Di era modern saat ini, sebagian besar orang memiliki
kebiasaan untuk tidur larut malam, bahkan bagi sebagian orang lainnya,
hal ini merupakan kewajiban karena merekamemiliki pekerjaan ataupun
tugas-tugas lain yang tidak ada habisnya.
Sebagian besar orang
masih harus melakukan beberapa aktivitas di malam hari sehingga waktu
untuk tidur mereka sedikit karena keesokan harinya mereka memiliki
berbagai aktivitas yang harus dilakukan kembali. Bagi kalangan muda,
tidur larut malam juga merupakan hal yang umum dilakukan. Mereka
menghabiskan waktu sepanjang malam hanya untuk melakukan aktivitas
sosial bersama teman-teman, seperti nongkrong ataupun bersenang-senang
di tempat-tempat hiburan seperti kafe atau diskotik.
Keadaan di
mana seseorang berjaga tidak tidur sampai larut malam ini dikenal dengan
istilah begadang. Normalnya, waktu tidur yang cukup adalah antara tujuh
sampai delapan jam sehari. Seseorang yang begadang memiliki jam tidur
kurang dari enam jam. Padahal tidur sangat diperlukan oleh tubuh. Pada
saat tidur, tubuh akan membuang semua racun dari dalam tubuh. Proses
tersebut membutuhkan tubuh dalam keadaan rileks yaitu pada saat tidur.
Selain
itu, saat tidur, beban yang harus dilakukan oleh tubuh menjadi lebih
ringan sehingga tubuh dapat memperbaiki berbagai sel rusak dan
beristirahat untuk sementara waktu.
Sebagian besar orang mungkin
menganggap hal ini adalah hal yang biasa, bahkan ada yang merasa
nyaman-nyaman saja dengan begadang. Padahal begadang yang dilakukan
secara terus menerus sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan juga
organ tubuh. Berikut adalah beberapa bahaya dari begadang bagi kesehatan
tubuh.
1. Melemahnya sistem kekebalan tubuh
Tubuh
memerlukan waktu untuk istirahat dan memperbarui sel-sel tubuh serta
membuang racun dalam tubuh. Begadang membuat tubuh bekerja terus menerus
tanpa jeda waktu untuk berisitirahat sehingga kerja tubuh tidak
sempurna. Karena tubuh bekerja terus menerus, daya tahan tubuh akan
menurun. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit maupun
infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu, demam, infeksi
paru-paru, infeksi usus, hepatitis, dan lain sebagainya.
2. Gangguan pada kulit
Ciri
fisik yang sering muncul dan terlihat jika sering begadang adalah muka
yang terlihat lebih pucat, tidak cerah, lelah, serta muncul lingkaran
hitam di bawah mata. Selain itu, mata juga terlihat merah dan
berkantung. Begadang juga akan menimbulkan serta mempercepat munculnya
banyak kerut di sekitar mata.
Menurut penelitian dari Phil Gehrman, PhD, CBSM, yaitu Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program
Behavioral Sleep Medicine
Universitas Pennsylvania, Philadelphia mengemukakan bahwa tidur kurang
dari enam jam sehari menyebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon
stres dan kortisol. Kortisol dalam jumlah banyak akan berakibat memecah
zat kolagen dan protein dalam kulit.
Kurang tidur juga berakibat
tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan, padahal hormon
tersebut sangat dibutuhkan pada saat masa pertumbuhan. Hormon tersebut
dapat membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat
tulang. Hormon pertumbuhan hanya diproduksi pada saat tidur dalam
keadaan tenang, nyaman dan lelap.
3. Stres dan depresi
Stress
dan depresi merupakan dampak yang sering timbul akibat begadang. Selain
berdampak pada kesehatan fisik, kurang tidur juga menyebabkan aspek
psikologis terganggu. Kurang tidur menyebabkan pikiran tidak tenang,
cenderung gelisah dan emosi yang berlebihan. Penelitian yang dilakukan
oleh Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki
jam tidur kurang dari lima jam sehari selam tujuh hari berturut-turut
akan menyebabkan stress, sedih, marah, serta kelelahan pikir.
Selain
itu, kurang tidur juga menyebabkan depresi. Penelitian yang dilakukan
pada tahun 2007 dengan melakukan survei terhadap 10.000 orang,
menyebutkan bahwa orang yang sering begadang atau kurang tidur enam jam
setiap harinya berakibat lima kali lebih rentan terserang depresi
daripada orang yang cukup istirahat selama tujuh sampai delapan jam
sehari.
4. Hipertensi
Riset
yang dilakukan oleh ilmuan Henry Ford Hospital, Detroit menyebutkan
bahwa orang-orang dengan gejala insomnia memiliki kemungkinan
hipertensi. Sedangkan menurut penelitian Christoper Drake, dari Ford
Hospital Sleep Disorders and Research Center, penyebab hipertensi pada
penderita insomnia dikarenakan faktor berapa seringnya seseorang
terbangun ketika tidur di malam hari serta berapa waktu yang dibutuhkan
untuk dapat kembali tidur.
5. Penyakit Jantung
Bahaya
akibat tidur larut malam dapat menimbulkan penyakit sangat mematikan.
Kurang tidur malam bisa berpengaruh pada kesehatan jantung. Waktu tidur
malam yang kurang dari enam jam dapat menyebabkan peradangan pada arteri
yang berakibat resiko penumpukan plak pada yang menyumbat pembuluh
darah manusia menjadi meningkat. Hal ini dikarenakan meningkatkan kadar
protein C-kreatif (CPR) dalam tubuh.
6. Stroke
Telah
banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kebiasaan
kurang tidur akan menyebabkan penyakit stroke. Misalnya saja penelitian
yang dilakukan oleh Warwick Medical School dalam publikasi European
Heart Journal yang menyebutkan bahwa jika tidur kurang dari enam jam
setiap hari, dapat meningkatkan serangan stroke yang dapat mengakibatkan
kematian sebanyak lima belas persen.
Jadi, meskipun ada banyak
pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan ataupun kegiatan-kegiatan
lainnya, begadang bukanlah pilihan yang baik. Sebaiknya begadang
dihindari karena akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Jika memang
harus begadang, sebaiknya pola hidup sehat lain diterapkan seperti
memenuhi nutrisi harian dan berolahraga sehingga tubuh dapat tetap
terjaga kesehatannya. Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan dampak
buruk dari begadang dapat dikurangi. .Jangan lupa untuk selalu menjaga
kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat setiap harinya,dan terapkan
dari sekarang untuk tidak begadang dan usahakan untuk tidur lebih awal.